Jumat, 05 April 2019

Gigi Lepas.. Bisa Dipasang Lagi

Gigi yang avulsi adalah gigi yang terlepas dari tempatnya, dalam bahasa medis disebut soket. Saat gigi avulsi biasanya diikuti oleh pendarahan dan rasa sakit, yang disebabkan karena terputusnya jaringan-jaringan pendukung termasuk pembuluh darah kapiler dan saraf gigi.
Apabila hal tersebut terjadi, yang perlu dilakukan pertama adalah menghentikan perdarahan dari soket sesegera mungkin dengan menggigit kassa bersih di atas soket. Lalu bila gigi avulsi ditemukan, sebisa mungkin hanya menyentuh bagian mahkotanya saja, akar gigi usahakan tidak disentuh. Bila kotor, cukup dibersihkan di air mengalir dengan memegang pada mahkotanya. Lalu simpan dan rendam gigi avulsi dengan beberapa cara :
  1. Disimpan di bawah lidah atau di samping pipi bagian dalam, dengan catatan anak dalam keadaan sadar dan bisa bekerja sama. Tehnik ini adalah yang terbaik karena larutan ludah merupakan larutan terbaik untuk mempertahankan vitalitas gigi avulsi.
  2. Di dalam larutan susu
  3. Di dalam larutan Infus NaCl 0,9% (larutan saline/ larutan garam fisiologis)
  4. Di dalam larutan khusus gigi avulsi (Hank’s Balanced Salt Solution - HBSS), namun ini masih sulit ditemukan
  5. Air, ini merupakan alternatif terakhir, walaupun tetap disarankan dengan menggunakan larutan lainnya seperti 4 nomor di atas.

#DOKTER GIGI ANAK DI DEPOK #DOKTER GIGI ANAK DEPOK #KLINIK GIGI ANAK DI DEPOK #KLINIK GIGI ANAK DEPOK #SPESIALIS GIGI ANAK DI DEPOK #SPESIALIS GIGI ANAK DEPOK #KLINIK DOKTER GIGI ANAK DI DEPOK #KLINIK DOKTER GIGI ANAK DEPOK

Senin, 24 Juli 2017

Tambalan Estetik pada Gigi Fraktur/ Gigi Patah


Hampir semua masalah gigi, kini bisa diatasi. Termasuk gigi yang patah atau kurang rapi sehingga mengganggu penampilan.
Gigi yang patah, selain tak sedap dipandang, juga bisa membuat kuman makin mudah menerjang dan bersarang di dalamnya. Akibatnya, sejumlah masalah gigi lain pun akan bermunculan.
Selain patah, kekuatan gigi juga akan semakin berkurang dan mudah copot alias ompong. Kalau yang copot adalah gigi di bagian belakang, mungkin masih bisa disembunyikan dan tak mempengaruhi penampilan, meski dari segi fungsi tetap jadi terganggu. Yang sulit adalah jika posisi gigi yang ompong ada di bagian depan. Selain mengganggu fungsi gigi dalam kegiatan bersantap, ini juga akan mengurangi estetika gigi.

Dapatkan tambalan dengan kualitas yang sangat baik dengan harga terjangkau di Praktek Pribadi drg Maria Harli N. Sp KGA.

Jangan biarkan gigi patah mengganggu penampilan anda, apalagi kesehatan anda.


#DOKTER GIGI ANAK DI DEPOK #DOKTER GIGI ANAK DEPOK #KLINIK GIGI ANAK DI DEPOK #KLINIK GIGI ANAK DEPOK #SPESIALIS GIGI ANAK DI DEPOK #SPESIALIS GIGI ANAK DEPOK #KLINIK DOKTER GIGI ANAK DI DEPOK #KLINIK DOKTER GIGI ANAK DEPOK

Selasa, 03 November 2015

Gigi Tonggos Berawal Dari Kebiasaan Bayi Isap Jempol


Merawat dan menjaga gigi anak tetap sehat, wajib dilakukan oleh orangtua. Satu hal yang juga harus diperhatikan oleh orangtua terkait kondisi gigi si kecil adalah kebiasaannya menghisap jempol. Bukan hanya karena jempol banyak kumannya, kebiasaan mengisap jempol sejak kecil memicu pertumbuhan gigi yang kurang bagus. Risiko terbesarnya adalah pertumbuhan gigi yang maju ke depan alias tonggos.
Dalam pertumbuhannya, bentuk rahang manusia dipengaruhi oleh apa-apa yang masuk ke dalam mulutnya sedari kecil. Ketika jempol terlalu sering dimasukkan, maka rahang akan menyesuaikan dengan struktur jempol tersebut. Gigi yang seharunya tumbuh tegak lurus ke bawah, lantaran terlalu sering ditekan oleh jempol yang dimasukkan, akhirnya berbelok agak ke depan dan menyebabkan gigi menjadi tonggos.
Jika dirunut lagi, kebiasaan si kecil mengisap jempol juga tidak lepas dari ketergantungannya kepada dot. Ketika terlepas dari dot, secara naluriah ia akan menghisap jempolnya yang mirip dengan bentuk dot. Yang paling bahaya jika itu terjadi pada gigi permanen.
Solusinya: membiasakan si kecil menggunakan sedotan alih-alih dot. Beberapa orangtua yang cerdik memplester jempol anaknya yang dibubuhi obat pahit sehingga si kecil ogah mengisap jempolnya. Ada juga orangtua yang memberi hadiah ice cream kepada si kecil yang bersedia melepas jempolnya dari mulut. Karena bagaimana pun juga, menjaga gigi anak tetap sehat adalah wajib hukumnya.


Selasa, 14 Juli 2015

Menjaga Gigi Anak Tetap Sehat: Dimulai dari Kebiasaan Orangtua


Tak acuhnya orangtua terhadap kondisi gigi dan mulut si anak sejak kecil berdampak pada  buruknya kondisi gigi si anak kelak: gigi berlubang, gigi tongos, dan gigi yang tumbuh tidak rata. Oleh karena itu, merawat dan menjaga gigi anak tetap sehat, wajib dilakukan oleh orangtua.

Data paling baru yang dirilis oleh Oral Health Media Center yang berada di bawah naungan WHO pada 2012 menyebut, ada 60-90 persen anak usia sekolah dan orang dewasa di seluruh dunia memiliki permasalahan gigi.  Hal yang sama terjadi di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007 menyebut, hampir 90 persen anak Indonesia usia di bawah 12 tahun mengalami karies gigi alias gigi berlubang. Sementara bagi mereka yang di atas 12 tahun angkanya juga masih signifikan, hampir 50 persen.

Salah satu penyebab paling potensial kerusakan gigi pada anak adalah bakteri yang muncul di mulut. Secara teknis, bakteri-bakter tersebut bisa dibersihkan dengan menggosok gigi. Tapi bagi anak-anak yang belum bisa menggosok gigi, tentu saja menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Di situlah peran orangtua diperlukan.

Orangtua harus membiasakan diri merawat gigi si anak sedini mungkin, saat si anak masih berusia berusia 4-6 bulan. Perawatan dini ini bisa dimulai dengan membersihkan jaringan lunak pada mulut si kecil, termasuk gusinya, lidahnya, dan palatum atau langit-langit mulutnya. Perawatan lebih intensif akan diperlukan saat si kecil sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI, terlebih ketika si kecil harus mengonsumsi susu formula.

Biasanya, sisa susu formula yang mengendap di lidah dan palatum anak berpotensi melahirkan jamur yang bisa menyebabkan gigi karies. Tidak sulit untuk membersihkan lidah dan palatum si anak, cukup dengan menggunakan kain kasa yang dibebatkan ke jari telunjuk. Jari yang dibebat kain kasa tersebut lalu digunakan untuk membasuh lidah dan langit-langit lidah perlahan-lahan, dengan gerakan berputar, dan sesekali dengan gerakan memijat. Gerakan memijat juga berfungsi untuk melancarkan peredaran darah serta merangsang erupsi gigi. Paling awal, gigi tumbuh ketika si kecil berusia 6 bulan.

Orangtua secara tidak sadar juga sering mencicipi makanan yang hendak disuapkan kepada si kecil. Kebiasaan ini mempermudah terjadinya transmisi kuman dari mulut ibu ke mulut si kecil. Tidak hanya orangtua, kebiasaan ini juga kerap dilakukan para pengasuh bayi.

Metode pembersihan memasuki fase baru ketika si kecil mulai tumbuh gigi. Di fase ini, orangtua sudah bisa menggunakan sikat gigi khusus anak. Sikat gigi, mula-mula bisa difungsikan sebagai mainan si kecil. Kalau sudah mau menempelkan sikat gigi, baru dibiasakan aktivitas sikat gigi.

Untuk pemilihan sikat gigi, idealnya adalah yang bisa menjangkau dua hingga tiga gigi. Jangan terlalu pendek, juga jangan terlalu panjang. Sementara untuk pasta gigi, yang paling penting ada kandungan flour dan kalsium di dalamnya. Penggunaan pasta gigi pada si kecil bisa dimulai ketika si anak sudah bisa berkumur.


Rabu, 08 Oktober 2014

MERAWAT GIGI ANAK SEJAK DINI


Merawat kesehatan gigi anak sejak dini diharapkan dapat menjadi perhatian orangtua. Pasalnya, masalah yang terjadi pada gigi susu akan mempengaruhi gigi permanen yang tumbuh setelahnya. Gigi susu mulai terbentuk di dalam rahim dan mulai muncul di usia 5-8 bulan, meskipun dapat bervariasi dari anak ke anak. Anak laki-laki umumnya lebih lambat mengembangkan gigi susu dibandingkan anak perempuan. Gigi susu terakhir biasanya muncul di usia 2-3 tahun. Pada usia 6-12 tahun, gigi susu tanggal satu demi satu untuk diganti gigi permanen.

Beberapa orangtua beranggapan bahwa gigi susu tidak perlu dirawat karena mereka akan tanggal dalam beberapa tahun. Ini adalah pemahaman yang keliru. Gigi susu sangat berperan terhadap perkembangan rahang, otot-otot wajah dan kesehatan gigi permanen. Meskipun gigi susu akan digantikan oleh gigi permanen, hal itu harus terjadi di usia yang tepat. Jika gigi susu hilang terlalu awal, gigi-gigi permanen cenderung tidak diposisikan dengan benar, tumbuh miring atau bahkan terhalang gigi lain. Kerusakan dan penyakit pada gigi susu juga dapat dengan mudah berpindah ke gigi permanen. Sebagian gigi susu masih bertahan sampai usia 10-12 tahun sehingga banyak kesempatan untuk menularkan pembusukan ke tetangga baru mereka yang permanen. Jika pembusukan menyebar ke akar, infeksi pada akar gigi susu dapat menyusup ke akar gigi tetap.

Oleh karena itu, penting sekali bagi para orangtua untuk memerhatikan kesehatan gigi anak mereka. Karena masih anak-anak, peranan orangtua sangat diperlukan. Baik dengan mengontrol makanan dan minuman yang dikonsumsi, kebiasaan menyikat gigi hingga rutinitas memeriksakan kesehatan gigi.

Rabu, 13 Februari 2013

Mengapa gigi anak perlu dirawat?


Gigi anak perlu dirawat karena kesehatan gigi anak mempengaruhi pertumbuhkembangan anak itu sendiri, bila gigi anak terawat maka pertumbuhkembangan anak akan maksimal, baik secara fisik maupun psikis. 
Bila gigi sehat, anak akan makan makanan apa saja dengan baik dan nyaman. 
Namun bila anak sudah bermasalah dengan gigi (misalnya gigi berlubang) maka anak akan terganggu fungsi pengunyahannya, bahkan berkurang nafsu makannya. 
Apalagi bila gigi yang berlubang mempengaruhi penampilan (gigi ompong/gigis) maka anak akan cenderung minder.

Minggu, 13 Januari 2013

PROMO PERAWATAN GIGI

Periksa Gigi yuk... 
Promo awal Tahun Baru 2013...
Bagi anak2 dengan peringkat 10 besar dikelas maka akan mendapatkan diskon 25% untuk pencabutan gigi sulung dan diskon 50% untuk tumpatan gigi permanen. 
Hanya dengan menunjukkan hasil rapor sekolah :) 
Bagi yang belum sekolah/Play group/ TK gratis periksa gigi. 
Anak sehat...orang tua senang :)


Selasa, 11 Desember 2012

KATA SAMBUTAN Drg. MARIA HARLI N, Sp.KGA

Salam Gigi Sehat...
Puji Syukur kepada Tuhan karena telah berdiri satu lagi Tempat Praktek Dokter Gigi di Depok (daerah Pitara) yang mulai beroperasi awal November 2012.
Klinik kami melayani pemeriksaan dan perawatan gigi anak (spesialis) dan dewasa (umum).
Kami membuka pelayanan setiap hari Selasa, Jam 17.00 - 20.00 WIB (dengan perjanjian).
Silahkan datang dan kami akan membantu permasalahan gigi anak dan keluarga anda.
Terima kasih.

Griya Pitara, Jl. Pitara Raya, Pancoran Mas - Depok


Saat Melayani Pasien

#DOKTER GIGI ANAK DI DEPOK #DOKTER GIGI ANAK DEPOK #KLINIK GIGI ANAK DI DEPOK #KLINIK GIGI ANAK DEPOK #SPESIALIS GIGI ANAK DI DEPOK #SPESIALIS GIGI ANAK DEPOK #KLINIK DOKTER GIGI ANAK DI DEPOK #KLINIK DOKTER GIGI ANAK DEPOK

PETA LOKASI


View Griya Pitara in a larger map